Fungsi dan
Peran Media Dalam Pembelajaran
1.
Peranan media pembelajaran
Ada beberapa peranan media pembelajaran menurut Ahmad
Rohani (1997), diantaranya adalah:
a.
Media pembelajaran mengatasi perbedaan pengalaman
pribadi peserta didik.
b.
Media pembelajaran mengatasi batas-batas ruang kelas.
c.
Mengamati benda yang terlalu kecil.
d.
Mengamati benda yang bergerak
terlalu cepat atau terlalu lambat.
e.
Mengamati suara yang halus untuk didengar.
f.
Mengamati peristiwa-peristiwa alam.
g.
Media pembelajaran berperan membangkitkan minat
belajar yang baru.
Dari paparan di atas dapat diketahui
bahwa media pembelajaran berperan untuk membantu mewujudkan tujuan
pembelajaran. Media pembelajaran dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang
menyangkut pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nana Sudjana (2005)
bahwa media pembelajaran berperan untuk mengatasi kesulitan proses
pembelajaran.
(DR.
Dwijanto. MS )Peran media dalam pembelajaran
1. Penyampaian
pembelajaran lebih standar.
2. Pembelajar
lebih menarik.
3. Pembelajaran
lebih interaktif dengan menerapkan teori pembelajar.
4. Waktu
pelaksanaan belajar dapat diperpendek.
5. Kulaitas
pembelajar dapat ditingkatkan.
6. Proses
belajar dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan.
7. Sikap
positif siswa terhadap materi pembelajaran serta pross pembelajaran dapat
ditingkatkan.
8. Peran
guru ke arah yang lebih positif.
2.
Peranan Sumber Belajar
Sama halnya seperti media
pembelajaran, sumber belajar juga memiliki peranan, diantaranya adalah sebagai
berikut:
a.
Menjembatani anak atau siswa dalam memperoleh
pengetahuan (belajar).
b.
Mentransmisi rangsangan atau informasi kepada anak
atau siswa (ungkapan transmisi dalam konteks ini mempunyai dimensi banyak dan
dapat dikaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan “apa, siapa, di mana, dan
bagaimana”; pertanyaan-pertanyaan ini amat berguna sebagai alat bantu
mengorganisasi dimensi sumber belajar.
Fungsi
media dalam pembelajaran
1. Memperjelas pesan agar tidak
terlalu verbalistas
2.
Mengatasi
keterbatasan ruang, waktu, tenaga daya indera.
3.
Menimbulkan
gairah belajar, interaksi lebih langsung
antara murid dengan sumber belajar.
4.
Memungkinkan
anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan
kinestetiknya.
5.
Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan
pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.
(DR. DWIJANTO.MS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar