Landasan
Teoretis Penggunaan Media
A.
Landasan Teoretis Penggunaan Media
Pendidikan
Menurut Bruner (1966: 10-11) ada
tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive), pengalaman piktorial/gambar (isonic), dan pengalaman abstrak (simbolic). Pengalaman langsung adalah
mengerjakan, misalnya arti kata ‘simpul’ dipahami dengan langsung membuat
‘simpul’ .
Guru sebagai sumber pesan
menuangkan pesan ke dalam simbol-simbol tersebut sehingga dipahami sebagai
pesan (encoding) dan siswa sebagai
penerima menafsirkan simbol-simbol tersebut sehingga dipahami sebagai pesan (decoding).
|
Pesan
diproduksi dengan:
|
Pesan
dicerna dan diinterpretasi dengan:
|
|
Berbicara,
menyanyi, memainkan alat musik, dsb
|
Mendengarkan
|
|
Memvisualisasikan
melalui film, foto, lukisan, gambar, model, patung, grafik, kartun, gerakan,
nonverbal.
|
Mengamati
|
|
Menulis
atau mengarang
|
membaca
|
Levie & levie yang
membaca kembali hasil-hasil penelitian tentang belajar melalui stimulus gambar
dan stimulus kata atau visual dan verbal menyimpulkan bahwa stimulus visual
membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas-tugas seperti mengingat,
mengenali, mengingat kembali dan menghubung-hubungkan fakta dan konsep.
Belajar dengan
menggunakan indera ganda – pandang dan
dengar- berdasarkan konsep di atas konsep di atas akan memberikan keuntungan
bagi siswa. Siswa akan belajar lebih banyak daripada jika materi pelajaran
disajikan hanya dengan stimulus pandang dan stimulus dengar. Kurang lebih 90%
hasil belajar seseorang diperoleh melalui indera pandang, dan hanya sekitar 5%
diperoleh melalui indera dengar dan 5% lagi dengan indera lainnya (Baugh dalam Achsin, 1986). Sementara itu, Dale
(1969) memperkirakan bahwa pemerolehan hasil belajar melalui indera pandang
berkisar 75%, melalui indera dengar sekitar 13%, dan melalui indera lainnya
sekitar 12%.
Tingkat keabstrakan
pesan semakain tinggi ketika pesan itu dituangkan ke dalam lambang-lambang
seperti bagan, grafik, atau kata.jika pesan terkandung dalam lambang-lambang
seperti itu, indera yang dilibatkan untuk menafsirkan semakin terbatas yakni
indera penglihatan atau indera pendengaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar