Syarat
atau Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Dalam menggunakan media pembelajran guru tidak serta merta menggunakannya.
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan menggunakan media
pembelajaran. Secara ringkas cara memilih media pembelajaran dapat dilihat
berikut ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Soeparno (1987:10), yakni:
1.
Hendaknya mengetahui karakteristik setiap media.
2.
Hendaknya memilih media yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
3.
Hendaknya memilih media yang sesuai dengan metode yang kita pergunakan.
4.
Hendaknya memilih media yang sesuai dengan materi yang sesuai dengan yang
akan dikomunikasikan.
5.
Hendaknya memilih media yang sesuai dengan keadaan siswa, jumlah, usia
maupun tingkat pendidikannya.
6.
Hendaknya memilih media yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan
tempat media dipergunakan.
7.
Janganlah memilih media dengan alasan dengan alasan bahan tersebut
satu-satunya yang kita miliki.
Sedangkan dalam pandangan Tim Applied Approach
Peningkatan Rancangan Pengajaran Universitas Brawijaya (1993:33) ada beberpa
langkah dalam memilih media yang sesuai dengan situasi dan kondisi:
a.
Biaya yang murah, baik saat pembelian, dalam pengoperasian, dan pemeliharaan.
b.
Kesesuaian dengan metode pengajaran yang digunakan, kajilah kelainan
teknisnya.
c.
Kesesuian dengan karakteristik peserta didik.
d.
Pertimbangan praktis, kemudahan, keamanan, kesesuaian, dengan fasilitas
yang ada, keawetan dan kemudahan pemeliharaan.
e.
Ketersediaan media, berikut suku cadangannya di pasaran.
Mengingat begitu banyaknya media yang bisa kita
pilih (pakai) sesuai dengan kriteria tersebut diatas, namun pada dasarnya kita
bisa memilih media berdasarkan tiga kriteria:
a) Kelaikan praktis, hal ini berhubungan dengan
keakraban pengajar dengan media, ketersediaan media setempat, ketersediaan
waktu untuk mempersiapkan, ketersediaan sarana dan fasilitas pendukung.
b) Kelaikan Teknis, hal ini berkaitan dengan
terpenuhinya persyaratan bahwa media yang dipilih mampu untuk merangsang dan
mendukung proses belajar peserta didik. Dalam hal ini terdapat dua macam mutu
yang perlu deipertimbangkan. Pertama kualitas pesan , yang meliputi relevansi
dengan tujuan belajar , kejelasan dengan struktur pengajaran, kemudahan untuk
dipahami, sistematika yang logis. Kedua kualitas visual, hal ini megikuti
prinsip-prinsip visualisasi seperti keindahan (menarik membangkitkan motivasi),
kesederhanaan (sederhana jelas terbaca), penonjolan (penekanan pada hal yang
penting), keutuhan (kesatuan konseptual) keseimbangan (seimbang dan harmoni.
Arsyad (2013: 74) menjelaskan bahwa
kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media pembelajaran
merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan. Maka beberapa kriteria
yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran yang baik adalah
sebagai berikut:
1.
Sesuai Dengan Tujuan
Media pembelajaran harus dipilih
berdasarkan tujuan instruksional dimana akan lebih baik jika mengacu setidaknya
dua dari tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Hal ini bertujuan agar
media pembelajaran sesuai dengan arahan dan tidak melenceng dari tujuan. Media
pembelajaran juga bukan hanya mampu mempengaruhi aspek intelegensi siswa, namunjuga
aspek lain yaitu sikap dan perbuatan, tepat mendukung materi yang bersifat
fakta, konsep, prinsip, dan generalisasi
2.
Praktis, Luwes, dan Bertahan
Media pembelajaran yang dipilih
tidak harus mahal dan selalu berbasis teknologi. Pemanfaatan lingkungan dan
sesuatu yang sederhana namun secara tepat guna akan lebih efektif dibandingkan
media pembelajaran yang mahal dan rumit. Simpel dan mudah dalam penggunaan,
harga terjangkau dan dapat bertahan lama serta dapat digunakan secara terus
menerus patut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih media
pembelajaran.
3.
Mampu dan Terampil Menggunakan
Apapun media yang dipilih. guru
harus mampu menggunakan media tersebut. Nilai dan manfaat media pembelajaran
sangat ditentukan oleh bagaimana keterampilan guru menggunakan media
pembelajaran tersebut. Keterampilan penggunaan media pembelajaran ini juga
nantinya dapat diturunkan kepada siswa sehingga siswa juga mampu terampil
menggunakan media pembelajaran yang dipilih.
4.
Pengelompokan Sasaran
Siswa terdiri dari banyak kelompok
belajar yang heterogen. Antara kelompok satu dengan yang lain tentu tidak akan
sama. Untuk itu pemilihan media pembelajaran tidak dapat disama ratakan, memang
untuk media pembelajaran tertentu yang bersifat universal masih dapat
digunakan, namun untuk yang lebih khusus masing-masing kelompok belajar harus
dipertimbangkan pemilihan media pembelajaran untuk masing-masing kelompok.
5.
Mutu Teknis
Pemilihan media yang akan digunakan
harum memenuhi persyaratan teknis tertentu. Guru tidak bisa asal begitu saja
menentukan media pembelajaran meskipun sudah memenuhi kriteria sebelumnya. Tiap
produk yang dijadikan media pembelajaran tentu memiliki standar tertentu agar
produk tersebut laik digunakan, jika produk tersebut belum memiliki standar
khusus guru harus mampu menentukan standar untuk produk tersebut agar dapat
digunakan untuk media pembelajaran.
Sumber : Arsyad,
Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar