LANGKAH-LANGKAH
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CETAKAN PADA PEMBELAJARAN MENGOVERSI TEKS CERPEN KE DALAM BENTUK LAIN SESUAI
DENGAN STRUKTUR ISI DAN KAIDAH TEKS BAIK SECARA LISAN MAUPUN TULISAN
1. Menyusun Rencana Pembelajaran
1)
Menentukan
kompetensi dasar;
2)
Menentukan
tujuan pembelajaran;
3)
Menentukan
pendekatan, model, dan metode yang akan digunakan;
4)
Menetukan
media pembelajaran yang akan dimanfaatkan;
5)
Menysun
langkah-langkah pembelajaran;
6)
Menyusun
format penilaian dan lembar observasi siswa.
2. Menyusun Prosedur Pemanfaatan
Media Pembelajaran
Materi yang
akan diajarkan adalah mengonversi teks cerita pendek sesuai kaidah yang jelas.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah diindikatorkan, guru akan
memanfaatkan media berbasis cetakan. Media ini oleh guru dianggap sangat tepat
untuk mencapai kompetensi siswa, sesuai dengan keperluan dan karakteristik
siswa. Media berbasis cetakan ini akan memanfaatkan beberapan teks cerpen. Dengan
mengahdirkan menyediakan teks cerpen, dianggap akan meningkatkan minat belajar
siswa dan meenimbulkan sebuah proses pembelajaran yang baru dan kreatif.
Sesuai
dengan materi ajar, tujuan pembelajaran, dan basis media yang akan digunakan.
Maka, langkah-langkah pembuatan medianya adalah sebagai berikut.
- Menyusun kerangkan media pembelajaran, disesuaikan dengan pembelajaran, dan disesuaikan dengan keperluan serta karakteristik siswa.
- Merumuskan tujuan intruksional dan operasional, sehingga penggunaan media sesuai kebutuhan pembelajaran, sesuai dengan sumber daya yang ada, dan sesuai dengan keadaan pendanaan, karena pemanfaatan media tak lepas dari ketersediaan dana.
- Menyiapkan beberapa teks cerpen yang sesuai dan kooperatif untuk dipahami. Karena pembelajaran yang akan berlangsung adalah mengonversi teks cerpen, maka bahan yang harus disediakan adalah cerpen.
- Setelah didapatkan beberapa teks cerpen yang dibutuhkan dalam pembelajaran, guru menyusun teknik dan taktik belajar menggunakan media cetak tersebut.
- Setelah teks cerpen yang dibutuhkan telah resmi akan dipakai langsung masuk pada proses pengimplementasian media. Adapun proses pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh guru dengan media berbasis cetakan berdasarakan kebutuhan pembelajaran meliputi:
- Guru mula-mula berbagi cerita dan kemenarikan mengonversi teks cerpen, sebagai langkah awal meningkatkan antusiasme siswa, sehingga siswa yakin bahwa pembelajaran yang akan berlangsung akan menarik.
- Guru mulai merangsang kerja otak dan kepekaan siswa untuk menangkap hal-hal menarik sebagai modal mendapatkan inspirasi berupa topik dan inspirasi bentuk untuk memulai mengonversi cerita pendek yang akan dikembangkan dalam kerangka kreatif.
- Setelah masing-masing siswa mendapatkan inspirasi berupa topik dan inspirasi bentuk untuk memulai menginversi cerita pendek, dibentuklah oleh guru sebuah kelompok-kelompok kecil yang berguna untuk mendiskusikan pengalamn masing-masing dan mendapatkan ide baru dari pengalaman teman yang lain.
- Siswa diperkenankan membaca cerpen yang telah disediakan, agar cerpen yang nantinya dikonversi lebih menarik tanpa mengalihkan ide cerita dari cerpen bahan konversi.
- Setelah toipk didapat dan didiskusikan, masing-masing siswa (per individu) menyusun kerangka konversi cerpen dengan menentukan unsur pembangun yang akan dimuat dalam bentuk lain yang diinginkan.
- Kerangka tersebut barulah dikembangkan dalam sebuah cerita yang mengalir kaidah yang nyata.
- Setelah masing-masing siswa mempunyai konversi cerpen hasil karyanya, siswa disuruh berdiskusi kembali mengenai nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen mereka. Agar lebih menarik, karya yang telah mereka buat ditukar dengan teman satu kelompok, sehingga yang menentukan nilai tersebut orang lain, agar meningkatkan tingkat keterpahaman siswa. Selain menetukan nilai, siswa harus memikirkan hal apa yang hendak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengimplementasian dari nilai-nilai tadi, sehingga hasil konversi cerpen yang ditulis oleh siswa bukan hanya berupa karya juga dapat menciptakan pembelajaran berbasis karakter.
- Setelah proses-proses di atas selesai, siswa membacakan konversi cerpen yang dibuat teman kelompoknya dengan ekspresi dan intonasi yang jelas, juga menbacakan hasil temuannya tentang nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen beserta implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
- Untuk meningkatkan motivasi lanjutan, guru memberikan sebuah penghargaan kepada siswa yang mampu membuat konversi segar dan menarik, agar siswa mendapatkan kepuasan batin setelah lelah merangsang otak bekerja selama proses pembelajaran. Penghargaan ini berupa reward pemberian sebuah antologi cerpen karya penyair.
- Reward ini diharapkan selain sebuah cara meningkatkan rasa bangga siswa terhadap karyanyanya, juga sebagai motivasi lanjutan agar siswa dapat terus melahirkan karya-karya.
- Tahap selanjutnya eksekusi langkah-langkah pembelajaran tadi.
- Setelah eksekusi media dalam pelaksanaan pembelajaran, tahap selanjutnya adalah evaluasi. Evaluasi mengenai media yang dipakai dapat dilihat dari hasil belajar siswa, jika hasil akhir pembelajaran mencapai tujuan dan sesuai harapan, makan pengguanaan media tepat dan pembelajaran tak perlu diulang, tapi jika sebaliknya, guru harus merefleksi dan mempertimbangkan pemanfaatan media yang lain.
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA X
Kelas/ Semester : XI/ 1
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Tema :
Cerpen
Alokasi Waktu : 2x45 menit
A. KOMPETENSI
INTI
- Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutn.
- Mengahayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleransi, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
- Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban, terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah..
- Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. KOMPETENSI DASAR
1.2
Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya
sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan menyajikan informasi
lisan dan tulis melalui teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi
kompleks, dan film/drama.
2.2
Menunjukan perilaku tanggung jawab, peduli dan proaktif dalam menggunakan
bahasa Indonesia untuk memahami dan menyampaikan permasalahan sosial,
lingkungan ideologis, dan kebijakan publik.
4.5
Mengoversi teks cerpen ke dalam bentuk
lain, sesuai dengan struktur isi dan kaidah teks baik secara lisan maupun
tulisan.
C. INDIKATOR
1. Memahami
struktur isi dan kaidah teks cerpen.
2. Menyusun
langkah-langkah konversi teks cerpen.
3. Membuat teks
atau bentuk lain hasil dari mengonversi teks cerpen baik secara lisan maupun
tulisan.
4. Menentukan
nilai yang terkandung dan dapat diambil dari konversi yang telah dibuat.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik
mampu memahami dan menjelaskan isi dan kaidah teks cerpen.
2. Peserta
didik mampu menyusun langkah-langkah konversi teks cerpen.
3. Peserta
didik mampu membuat teks teks lain hasil dari mengonversi teks cerpen baik
secara lisan maupun tulisan.
4. Peserta
didik mampu menentukan nilai yang terkandung dan dapat diambil dari konversi
yang telah dibuat.
E. MATERI AJAR
1. Konsep :
Cerpen
adalah jenis karya sastra yang diparkan atau dijelaskan dalam bentuk tulisan
yang berwujud sebuah cerita atau kisah secara pendek, jelas, serta ringkas.
Cerpen bisa disebut juga dengan sebuah prosa fiksi yang isinya tentang
pengisahan yang hanya terfokus pada satu konflik atau permasalahan. Untuk lebih
singkatnya cerpen itu adalah cerita pendek yang hanya berpusat pada satu
konflik.
Struktur
isi:
1)
Unsur
Intrinsik Cerpen
- Tema
- Alur atau Plot
- Penokohan atau Perwatakan
- Latar atau Setting
- Sudut Pandang atau Point Of View
- Amanat
- Gaya Penceritaan
2) Unsur Ekstrinsik Cerpen
- Latar Belakang Masyarakat
- Latar Belakang Seorang Pengarang
Konversi
cerpen, merubah bentuk cerpen menjadi bentuk karya lain yang ide ceritanya
masih seputar cerpen yang menjadi bahan konversi.
Afektif :
Interpretasi:
Membaca, langkah awal yang harus
dilakukan. Bacalah teks cerpen secara seksama, baca hingga berkali-kali dengan
mendalam, baca berulang, telaah setiap kata, pola bahasa cerpen. Tafsiran
biasanya muncul pada bagian isi cerpen. Menulis,
tuliskan makna yang telah didapatkan dari proses membaca pemahaman tadi, segera
tuliskan tafsiran, gambaran, atau pandangan awal isi cerpen. Menginformasikan, setelah segala hal
mengenai makna cerpen telah didapat dan ditulis garis besarnya segera
informasikan kepada teman-teman di kelas guna memperkaya pendapat dari teman
yang lain. Mengimplementasikan segala
nilai yang terkandung di dalam teks cerpen.
F. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
1.
Pendekatan : Scientific Learning.
2. Model : Discovery
Learning.
3. Metode : Diskusi, presentasi, dan pemberian
tugas (mengonversi teks cerpen).
G. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Buku teks
kelas XI SMA.
2. Lima teks
cerpen.
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
NO
|
KEGIATAN
|
ALAOKASI WAKTU
|
|
1
|
Pendahuluan
Peserta
didik merespon salam dan pertanyaan guru berhubungan dengan kesyukuran kepada
Tuhan.
Peserta
didik menerika informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan
yang akan dilaksanakan.
Peserta
didik menerima informasi tentang kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan
langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.
|
|
|
2
|
Inti
Mengamati
Peserta
didik membaca beberapa teks cerpen.
Menanya
Peserta
didik menanyakan topik yang manrik untuk dipakai sebagai modal untuk
mengoversi teks cerpen.
Peserta
didik menanyakan cara mengonversi teks cerpen yang baik dan benar.
Menalar
Peserta
didik memahami struktur isi dan kaidah teks cerpen.
Peserta
didik menentukan topik dan bentuk untuk mengoversi teks cerpen sesuai cerpen
yang menjadi bahan acuan.
Peserta
didik membuat konversi dari teks cerpen sesuai dengan kaidah.
Peserta
didik menentukan nilai yang terkandung dalam teks cerpen.
Menagasosiasi
Peserta
didik mendiskusikan topik konversi cerpen yang menarik.
Peserta
didik mendiskusikan dan menyimpulkan hasil konversi cerpen yang dibuat dan menetukan
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Menginformasikan
Peserta
didik mendemontrasikan pembacaan hasil konversi teks cerpen dengan intonasi
dan ekspresi yang tepat.
Peserta
didik melaporkan nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen yang telah
dibuat.
|
|
|
3
|
Penutup
Peserta
didik dan guru menyimpulkan materi pelajaran.
Refleksi
terhadap kegiatan yang telah dipelajari.
|
I.
PENILAIAN
1.
Format Penilaian Sikap
|
No
|
Nama Siswa
|
Perilaku yang Diamati Pada Pembelajaran
|
|||
|
Aktif
|
Kerjasama
|
Toleransi
|
Santun
|
||
|
No
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
Bentuk Soal
|
Soal
|
|
1
|
Menentukan
nilai yang terkandung dalam teks pantun.
|
Menentukan
nilai yang terkandung dalam teks cerpen untuk diimplemetasikan dalam
kehidupan sehari-hari.
|
Uraian
|
Tentukan
nilai-nilai yang terkandung dalam teks pantun.
|
2.
Format Penilaian Keterampilan
|
No
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
Bentuk Soal
|
Soal
|
|
1
|
4.5
Mengonversi teks pantun.
|
4.2.1Menyusun
langkah-langkah mengonversi teks cerpen.
4.2.2 Membuat konversi teks cerpen sesuai dengan
struktur isi dan kaidah teks cerpen.
|
Praktik
|
Peserta
didik membuat konversi teks cerpen berdasarkan struktur isi dan kaidah yang
diketahui.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar