Senin, 07 Desember 2015

Media Pembelajaran Berbasis Manusia pada Pembelajaran Cerpen (kelompok 5)



LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MANUSIA PADA PEMBELAJARAN MEMPRODUKSI TEKS CERPEN SESUAI DENGAN STRUKTUR ISI DAN CIRI BAHASA
      1. Menyusun Rencana Pembelajaran
1)        Menentukan kompetensi dasar;
2)        Menentukan tujuan pembelajaran;
3)        Menentukan pendekatan, model, dan metode yang akan digunakan;
4)        Menetukan media pembelajaran yang akan dimanfaatkan;
5)        Menysun langkah-langkah pembelajaran;
6)        Menyusun format penilaian dan lembar observasi siswa.

2  2. Menyusun Prosedur Pemanfaatan Media Pembelajaran.
Materi yang akan diajarkan adalah memproduksi teks cerita pendek sesuai kaidah dan mengandung unsur pembangun yang jelas. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah diindikatorkan, guru akan memanfaatkan media berbasis manusia. Media ini oleh guru dianggap sangat tepat untuk mencapai kompetensi siswa, sesuai dengan keperluan dan karakteristik siswa. Media berbasis manusia ini akan memanfaatkan seseorang yang ahli di bidang kepenulisan khususnya sastra beserta prosanya (cerpen). Dengan mengahdirkan seorang narasumber yang telah dikenal oleh siswa, baik kredibiltas maupun karyanya, dianggap akan meningkatkan minat belajar siswa dan meenimbulkan sebuah proses pembelajaran yang baru dan kreatif.
Sesuai dengan materi ajar, tujuan pembelajaran, dan basis media yang akan digunakan. Maka, langkah-langkah pembuatan medianya adalah sebagai berikut.
  1. Menyusun kerangkan media pembelajaran, disesuaikan dengan pembelajaran, dan disesuaikan dengan keperluan serta karakteristik siswa.
  2. Merumuskan tujuan intruksional dan operasional, sehingga penggunaan media sesuai kebutuhan pembelajaran, sesuai dengan sumber daya yang ada, dan sesuai dengan keadaan pendanaan, karena pemanfaatan media tak lepas dari ketersediaan dana.
  3. Menghubungi beberapa narasumber yang dianggap produktif dan kooperatif di bidang keahliannya. Karena pembelajaran yang akan berlangsung adalah memproduksi teks cerpen, maka narasumber yang akan diundang haruslah seorang penggiat sastra dan kompeten di bidang kepenulisan prosa khususnya cerpen.
  4. Setelah didapatkan seoarang narasumber yang dibutuhkan dalam pembelajaran, guru membuat kesepakatan dan menentukan waktu kehadiran narasumber.
  5. Di sini, anggaplah guru mengundang Hanna Fransisca karena debutnya di cerpen Sulaiman Pergi ke Tanjung Cina luar biasa, selain beliau cantik juga karyanya telah banyak dikenal orang, hal ini diharapkan menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam memproduksi teks cerpen. Selain itu, Hanna membuka sebuah tempat pelatihan menulis karya sastra, pengembangan dari komunitas dan kelas menulis Gol A Gong. Jadi, barang tentu Hanna selain mahir menulis untuk dirinya sendiri, juga mahir mengajarkan cara menulis kepada orang lain.
  6. Setelah kesepakatan mengenai waktu telah didapatkan, guru menjelaskan kepada narasumber mengenai pembelajaran dan tujuannya. Narasumber harus dapat menciptakan kelas belajar yang berbeda guna meningkatkan minat dan cara berpikir kreatif siswa. Adapun proses pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh narasumber berdasarakan kebutuhan pembelajaran meliputi: Narasumber akan diperkenalkan oleh guru kepada siswa dan guru menyerahkan sepenuhnya proses pembelajaran kepada narasumber.
    • Narasumber mulai menguasai kelas dengan pengawasan dari guru, sehingga langkah-langkah pembelajaran yang telah dirancang oleh guru sebelumnya terlaksanakan dengan tuntas.
    •  Narasumber mula-mula berbagi pengalaman tentang debutnya di dunia kepenulisan cerpen, sebagai langkah awal meningkatkan antusiasme siswa, sehingga siswa yakin bahwa tamu yang hadir adalah tamu istimewa yang akan mengajari siswa berbagai hal mengenai tulis menulis cerpen.
    • Narasumber mulai merangsang kerja otak dan kepekaan siswa untuk menangkap hal-hal menarik sebagai modal mendapatkan inspirasi berupa topik cerita yang akan dikembangkan dalam kerangka kreatif.
    • Hal-hal menarik yang dimaksud di poin (d) dapat dicontohkan dengan narasumber membacakan cerpen karyanya dan siswa diharapkan dapat menemukan pengalaman yang dilengakapi pemahaman mengenai cerpen yang baik, sesuai kaidah dan mengandung unsur pembangun cerpen yang jelas.
    • Narasumber mengarahkan agar siswa untuk mengingat kembali kejadian-kejadian berkesan untuk diangkat menjadi topik cerpennya, baik itu dari pengalaman membaca maupun, pengalaman menyimak seperti yang teah dicontohkan narasumber, dan pengalaman hidup sehari-hari di lingkungan sekitar.
    • Setelah masing-masing siswa mendapatkan topik menarik, dibentuklah oleh narasumber sebuah kelompok-kelompok kecil yang berguna untuk mendiskusikan pengalamn masing-masing dan mendapatkan ide baru dari pengalaman teman yang lain.
    • Siswa diperkenankan tukar pengalaman juga dengan teman lain, agar cerpen yang nantinya diproduksi lebih menarik dengan menceritakan pengalaman orang lain. Hal ini, biasanya menimbulkan sebuah kebanggaan pada orang yang diangkat pengalamannya dalam sebuah karya kreatif imajinatif, karena pengalamnnya itu dihargai pula oleh seseorang, di sini penulis.
    • Setelah toipk didapat dan didiskusikan, masing-masing siswa (per individu) menyusun kerangka cerpen dengan menentukan unsur pembangun yang akan dimuat dalam cerpennya.
    • Kerangka tersebut barulah dikembangkan dalam sebuah cerita yang mengalir disertai ciri bahasa sebagai kaidah yang nyata.
    • Setelah masing-masing siswa mempunyai cerpen hasil karyanya, siswa disuruh berdiskusi kembali mengenai nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen mereka. Agar lebih menarik, karya yang telah mereka buat ditukar dengan teman satu kelompok, sehingga yang menentukan nilai tersebut orang lain, agar meningkatkan tingkat keterpahaman siswa. Selain menetukan nilai, siswa harus memikirkan hal apa yang hendak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengimplementasian dari nilai-nilai tadi, sehingga cerpen yang ditulis oleh siswa bukan hanya berupa karya juga dapat menciptakan pembelajaran berbasis karakter.
    • Setelah proses-proses di atas selesai, siswa membacakan cerpen yang dibuat teman kelompoknya dengan ekspresi dan intonasi yang jelas, juga menbacakan hasil temuannya tentang nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen beserta implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
    • Untuk meningkatkan motivasi lanjutan, narasumber memberikan sebuah penghargaan kepada siswa yang mampu membuat cerpen yang orisinil dan menarik, agar siswa mendapatkan kepuasan batin setelah lelah merangsang otak bekerja selama proses pembelajaran. Penghargaan ini berupa reword pemberian sebuah antologi cerpen karya narasumber.
    • Reword ini diharapkan selain sebuah cara meningkatkan rasa bangga siswa terhadap cerpennya, juga sebagai motivasi lanjutan agar siswa dapat terus melahirkan karya-karya.
  7. Setelah rumusan pembelajaran yang dirangkai oleh guru dan narasumber, keduanya harus mendapatkan kesepakatan, agar pembelajaran mencapai tujuan.
  8. Tahap selanjutnya eksekusi langkah-langkah pembelajaran tadi.
  9. Setelah eksekusi media dalam pelaksanaan pembelajaran, tahap selanjutnya adalah evaluasi. Evaluasi mengenai media yang dipakai dapat dilihat dari hasil belajar siswa, jika hasil akhir pembelajaran mencapai tujuan dan sesuai harapan, makan pengguanaan media tepat dan pembelajaran tak perlu diulang, tapi jika sebaliknya, guru harus merefleksi dan mempertimbangkan pemanfaatan media yang lain.
   

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan                : SMA X
Kelas/ Semester                      : XI/ 1
Mata Pelajaran                      : Bahasa Indonesia
Tema                                       : Cerpen
Alokasi Waktu                       : 1x120 menit

A.  KOMPETENSI INTI
  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutn.
  2. Mengahayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli  (gotong royong, kerja sama, toleransi, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
  3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban, terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah..
  4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. KOMPETENSI DASAR
1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan menyajikan informasi lisan dan tulis melalui teks cerita pendek, pantun, cerita ulang, eksplanasi kompleks, dan film/drama.
2.2 Menunjukan perilaku tanggung jawab, peduli dan proaktif dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk memahami dan menyampaikan permasalahan sosial, lingkungan ideologis, dan kebijakan publik.
4.2 Memproduksi teks cerpen, sesuai dengan struktur isi dan ciri bahasa.
C. INDIKATOR
1. Memahami struktur isi dan kaidah teks cerpen.
2. Memahami ciri bahasa dan kaidah teks cerpen.
3. Menyusun langkah-langkah penulisan teks cerpen.
4. Membuat teks cerpen dengan struktur isi dan ciri bahasa teks cerpen.
5. Menentukan nilai yang terkandung dalam teks cerpen.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menemukan dan menjelaskan struktur isi teks cerpen.
2. Peserta didik mampu menemukan dan menjelaskan ciri bahasa teks cerpen.
3. Peserta didik mampu menyusun langkah-langkah penulisan teks cerpen.
4. Peserta didik mampu membuat teks cerpen dengan struktur isi dan ciri bahasa tek cerpen.
5. Peserta didik mampu menentukan nilai yang terkandung dalam cerpen.
 
E. MATERI AJAR
1.    Konsep            :
Cerpen adalah jenis karya sastra yang diparkan atau dijelaskan dalam bentuk tulisan yang berwujud sebuah cerita atau kisah secara pendek, jelas, serta ringkas. Cerpen bisa disebut juga dengan sebuah prosa fiksi yang isinya tentang pengisahan yang hanya terfokus pada satu konflik atau permasalahan. Untuk lebih singkatnya cerpen itu adalah cerita pendek yang hanya berpusat pada satu konflik. 
Struktur isi:
1)   Unsur Intrinsik Cerpen
1.                                     a.     Tema
             b.     Alur atau Plot
              c.     Penokohan atau Perwatakan
             d.     Latar atau Setting
              e.     Sudut Pandang atau Point Of View
              f.     Amanat
             g.     Gaya Penceritaan
2)   Unsur Ekstrinsik Cerpen
1.                                     a.     Latar Belakang Masyarakat
             b.     Latar Belakang Seorang Pengarang
Ciri bahasa:  1. Mengandung pertanyaan retoris.
2.    Mengandung proses material.
3.    Mengandung konjungsi temporal.
Afektif            :
Interpretasi: Membaca, langkah awal yang harus dilakukan. Bacalah teks cerpen secara seksama, baca hingga berkali-kali dengan mendalam, baca berulang, telaah setiap kata, rima, pola bahasa, sampiran, isi, dan ba
it pantun. Tafsiran biasanya muncul pada bagian isi cerpen. Menulis, tuliskan makna yang telah didapatkan dari proses membaca pemahaman tadi, segera tuliskan tafsiran, gambaran, atau oandangan awal isi cerpen. Menginformasikan, setelah segala hal mengenai makna cerpen telah didapat dan ditulis garis besarnya segera informasikan kepada teman-teman di kelas guna memperkaya pendapat dari teman yang lain. Mengimplementasikan segala nilai yang terkandung di dalam teks cerpen.
F. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Scientific Learning.
2. Model          : Discovery Learning.
3. Metode        : Diskusi, presentasi, dan pemberian tugas (membuat teks cerpen).
G. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Buku teks kelas XI SMA.
2. Antologi cerpen Sulaiman Pergi Ke Tanjung Cina karya Hanna Fransisca.
3. Tamu undangan seorang penulis cerpen.
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
NO
KEGIATAN
ALAOKASI WAKTU
1
Pendahuluan
Peserta didik merespon salam dan pertanyaan guru berhubungan dengan kesyukuran kepada Tuhan.
Peserta didik menerika informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan yang akan dilaksanakan.
Peserta didik menerima informasi tentang kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

2
Inti
Mengamati
Peserta didik berkenalan, berbagi pengalaman, dan menyimak segala yang diutarakan oleh tamu undangan (penulis dan penggiat sastra khususnya cerpen).
Peserta didik menggali pengalaman dari peristiwa dan kejadia sehari-hari.
Peserta didik membaca beberapa teks cerpen karya penulis tersebut dan beberapan sampel lain karya penulis lain.

Menanya
Peserta didik menanyakan topik yang manrik untuk dipakai sebagai modal untuk menulis teks cerpen
Peserta didik menanyakan cara menulis teks cerpen yang baik dan benar.
Menalar
Peserta didik memahami struktur isi dan kaidah teks cerpen.
Peserta didik memahami ciri  bahasa dan kaidah tek cerpen.
Peserta didik menentukan topik teks cerpen sesuai pengalaman, kejadian, atau peristiwa dengan cermat.
Peserta didik membuat teks cerpen sesuai dengan kaidah dan mengandung unsur pembangun cerpen.
Peserta didik menentukan nilai yang terkandung dalam teks cerpen.
Menagasosiasi
Peserta didik mendiskusikan topik cerpen yang menarik.
Peserta didik tukar pengalaman dengan yang lain untuk pengalamannya dibuat cerpen.
Peserta didik mendiskusikan dan menyimpulkan cerpen yang dibuat dan menetukan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Menginformasikan
Peserta didik mendemontrasikan pembacaan teks cerpen dengan intonasi dan ekspresi yang tepat.
Peserta didik melaporkan nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen yang telah dibuat.

3
Penutup
Peserta didik dan penulis sebagai tamu menyimpulkan hasil tulisan peserta didik.
Penulis memberikan pesan dan kesan selama menjadi tamu undangan dalam pembelajaran
Peserta didik dan guru menyimpulkan materi pelajaran.
Refleksi terhadap kegiatan yang telah dipelajari.


I.                   PENILAIAN
1.      Format Penilaian Sikap
No
Nama Siswa
Perilaku yang Diamati Pada Pembelajaran
Aktif
Kerjasama
Toleransi
Santun












    
No
Kompetensi Dasar
Indikator
Bentuk Soal
Soal
1
Menentukan nilai yang terkandung dalam teks pantun.
Menentukan nilai yang terkandung dalam teks cerpen untuk diimplemetasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Uraian
Tentukan nilai-nilai yang terkandung dalam teks pantun.

2.      Format Penilaian Pengetahuan
No
Kompetensi Dasar
Indikator
Bentuk Soal
Soal
1
3.2 Memahami struktur isi, ciri bahasa dan kaidah teks
3.2.1 Memahami  struktur isi dan kaidah teks pantun.
3.2.2 Memahami ciri bahasa dan kaidah teks cerpen.
Uraian
Pahami sebuah teks cerpen, lalu temukan dan tentukan struktur isi serta ciri bahasa teks cerpen.

3.      Format Penilaian Keterampilan
No
Kompetensi Dasar
Indikator
Bentuk Soal
Soal
1
4.2 Memproduksi teks pantun.
4.2.1Menyusun  langkah-langkah penulisan teks cerpen.
4.2.2 Membuat teks pantun dengan struktur isi dan ciri bahasa teks cerpen.
Praktik
Peserta didik membuat teks cerpen berdasarkan struktur isi dan ciri bahasa yang diketahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar