Kamis, 29 Oktober 2015

Fungsi dan Peran Media Dalam Pembelajaran



Fungsi dan Peran Media Dalam Pembelajaran

1.        Peranan media pembelajaran

Ada beberapa peranan media pembelajaran menurut Ahmad Rohani (1997), diantaranya adalah:
a.       Media pembelajaran mengatasi perbedaan pengalaman pribadi peserta didik.
b.      Media pembelajaran mengatasi batas-batas ruang kelas.
c.       Mengamati benda yang terlalu kecil.
d.       Mengamati benda yang bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat.
e.       Mengamati suara yang halus untuk didengar.
f.       Mengamati peristiwa-peristiwa alam.
g.      Media pembelajaran berperan membangkitkan minat belajar yang baru.
Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa media pembelajaran berperan untuk membantu mewujudkan tujuan pembelajaran. Media pembelajaran dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang menyangkut pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nana Sudjana (2005) bahwa media pembelajaran berperan untuk mengatasi kesulitan proses pembelajaran.

(DR. Dwijanto. MS )Peran media dalam pembelajaran
1.      Penyampaian pembelajaran lebih standar.
2.      Pembelajar lebih menarik.
3.      Pembelajaran lebih interaktif dengan menerapkan teori pembelajar.
4.      Waktu pelaksanaan belajar dapat diperpendek.
5.      Kulaitas pembelajar dapat ditingkatkan.
6.      Proses belajar dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan.
7.      Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta pross pembelajaran dapat ditingkatkan.
8.      Peran guru ke arah yang lebih positif.
2.      Peranan Sumber Belajar
Sama halnya seperti media pembelajaran, sumber belajar juga memiliki peranan, diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Menjembatani anak atau siswa dalam memperoleh pengetahuan (belajar).
b.      Mentransmisi rangsangan atau informasi kepada anak atau siswa (ungkapan transmisi dalam konteks ini mempunyai dimensi banyak dan dapat dikaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan “apa, siapa, di mana, dan bagaimana”; pertanyaan-pertanyaan ini amat berguna sebagai alat bantu mengorganisasi dimensi sumber belajar.
Fungsi media dalam pembelajaran
1.      Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistas
2.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga daya indera.
3.      Menimbulkan gairah belajar, interaksi  lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
4.      Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya.
5.      Memberi  rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.
(DR. DWIJANTO.MS)

Minggu, 25 Oktober 2015

Syarat atau Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran



Syarat atau Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Dalam menggunakan media pembelajran guru tidak serta merta menggunakannya. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan menggunakan media pembelajaran. Secara ringkas cara memilih media pembelajaran dapat dilihat berikut ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Soeparno (1987:10), yakni:
1.    Hendaknya mengetahui karakteristik setiap media.
2.    Hendaknya memilih media yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
3.    Hendaknya memilih media yang sesuai dengan metode yang kita pergunakan.
4.    Hendaknya memilih media yang sesuai dengan materi yang sesuai dengan yang akan dikomunikasikan.
5.    Hendaknya memilih media yang sesuai dengan keadaan siswa, jumlah, usia maupun tingkat pendidikannya.
6.    Hendaknya memilih media yang sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan tempat media dipergunakan.
7.    Janganlah memilih media dengan alasan dengan alasan bahan tersebut satu-satunya yang kita miliki.
Sedangkan dalam pandangan Tim Applied Approach Peningkatan Rancangan Pengajaran Universitas Brawijaya (1993:33) ada beberpa langkah dalam memilih media yang sesuai dengan situasi dan kondisi:
a.         Biaya yang murah, baik saat pembelian, dalam pengoperasian, dan pemeliharaan.
b.         Kesesuaian dengan metode pengajaran yang digunakan, kajilah kelainan teknisnya.
c.         Kesesuian dengan karakteristik peserta didik.
d.        Pertimbangan praktis, kemudahan, keamanan, kesesuaian, dengan fasilitas yang ada, keawetan dan kemudahan pemeliharaan.
e.         Ketersediaan media, berikut suku cadangannya di pasaran.

Mengingat begitu banyaknya media yang bisa kita pilih (pakai) sesuai dengan kriteria tersebut diatas, namun pada dasarnya kita bisa memilih media berdasarkan tiga kriteria:
a)    Kelaikan praktis, hal ini berhubungan dengan keakraban pengajar dengan media, ketersediaan media setempat, ketersediaan waktu untuk mempersiapkan, ketersediaan sarana dan fasilitas pendukung.
b)   Kelaikan Teknis, hal ini berkaitan dengan terpenuhinya persyaratan bahwa media yang dipilih mampu untuk merangsang dan mendukung proses belajar peserta didik. Dalam hal ini terdapat dua macam mutu yang perlu deipertimbangkan. Pertama kualitas pesan , yang meliputi relevansi dengan tujuan belajar , kejelasan dengan struktur pengajaran, kemudahan untuk dipahami, sistematika yang logis. Kedua kualitas visual, hal ini megikuti prinsip-prinsip visualisasi seperti keindahan (menarik membangkitkan motivasi), kesederhanaan (sederhana jelas terbaca), penonjolan (penekanan pada hal yang penting), keutuhan (kesatuan konseptual) keseimbangan (seimbang dan harmoni.

Arsyad (2013: 74) menjelaskan bahwa kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media pembelajaran merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan. Maka beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran yang baik adalah sebagai berikut:
1.    Sesuai Dengan Tujuan
Media pembelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan instruksional dimana akan lebih baik jika mengacu setidaknya dua dari tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Hal ini bertujuan agar media pembelajaran sesuai dengan arahan dan tidak melenceng dari tujuan. Media pembelajaran juga bukan hanya mampu mempengaruhi aspek intelegensi siswa, namunjuga aspek lain yaitu sikap dan perbuatan, tepat mendukung materi yang bersifat fakta, konsep, prinsip, dan generalisasi
2.    Praktis, Luwes, dan Bertahan
Media pembelajaran yang dipilih tidak harus mahal dan selalu berbasis teknologi. Pemanfaatan lingkungan dan sesuatu yang sederhana namun secara tepat guna akan lebih efektif dibandingkan media pembelajaran yang mahal dan rumit. Simpel dan mudah dalam penggunaan, harga terjangkau dan dapat bertahan lama serta dapat digunakan secara terus menerus patut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih media pembelajaran.

3.    Mampu dan Terampil Menggunakan
Apapun media yang dipilih. guru harus mampu menggunakan media tersebut. Nilai dan manfaat media pembelajaran sangat ditentukan oleh bagaimana keterampilan guru menggunakan media pembelajaran tersebut. Keterampilan penggunaan media pembelajaran ini juga nantinya dapat diturunkan kepada siswa sehingga siswa juga mampu terampil menggunakan media pembelajaran yang dipilih.
4.    Pengelompokan Sasaran
Siswa terdiri dari banyak kelompok belajar yang heterogen. Antara kelompok satu dengan yang lain tentu tidak akan sama. Untuk itu pemilihan media pembelajaran tidak dapat disama ratakan, memang untuk media pembelajaran tertentu yang bersifat universal masih dapat digunakan, namun untuk yang lebih khusus masing-masing kelompok belajar harus dipertimbangkan pemilihan media pembelajaran untuk masing-masing kelompok.
5.    Mutu Teknis
Pemilihan media yang akan digunakan harum memenuhi persyaratan teknis tertentu. Guru tidak bisa asal begitu saja menentukan media pembelajaran meskipun sudah memenuhi kriteria sebelumnya. Tiap produk yang dijadikan media pembelajaran tentu memiliki standar tertentu agar produk tersebut laik digunakan, jika produk tersebut belum memiliki standar khusus guru harus mampu menentukan standar untuk produk tersebut agar dapat digunakan untuk media pembelajaran.

 Sumber : Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press

Jumat, 16 Oktober 2015

JENIS DAN KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN



JENIS DAN KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN
A.    Media Audio
1.      Pendengaran
Pendengaran adalah alat untuk mendengarkan. Sebelum johannes Gutenberg menemukan mesin cetak pada 1400-an, kebanyakan informasi disampaikan dari generasi ke generasi secara lisan.
Pada waktu 1926 ditemukan bahwa 70% dari waktu bangun kita dipakai untuk berkomunikasi, yaitu membaca, menulisa, berbicara, dan mendengarkan. Bila waktu yang dipergunakan untuk aktivitas tersebut dibagi-bagi, hasilnya menunjukan bahwa 42% dipakai untuk mendengarkan, 32% untuk bercakap-cakap , 15% untuk membaca, dan 11% untuk menulis.
      Mendengarkan sesungguhnya suatu proses rumit yang melibatkan empat unsur: (1) mendengarkan, (2) memperhatikan, (3) memahami, dan (4) mengingat. Jadi, definisi mendengarkan adalah “proses selektif untuk memperhatikan, mendengarkan, memahami, dan mengingat simbol-simbol pendengaran”.
Unsur pertama dalam proses mendengarkan adalah mendengar. Mendengar merupakan proses fisiologis otomatik penerimaan rangasangan pendengaran (aural stimuli).
Unsur kedua dalam proses mendengarkan adalah perhatian. Memperhatikan rangsangan di lingkungan kita berarti memusatkan kesadaran kita pada rangsangan khusus tertentu.
Unsur ketiga dalam proses mendengarkan adalah memahami. Unsur ini adalah unsur yang paling rumit dalam mendengarkan. Memahami biasanya diartikan sebagai proses pemberian makna pada kata yang kita dengar yang sesuai dengan makna yang dimaksudkan oleh si pengirim pesan.
Unsur keempat dalam proses mendengarkan adalah mengingat. Kebanyakan tes mendengarkan sampai tingkat tertentu menguji berapa banyak kita dapat mengingat apa yang telah kita dengar dan apa yang kita pahami.
2.      Karakteristik Media Audio
Kelebihan media audio
1)      Mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dan memungkinkan menjangkau sasaran yang luas.
2)      Mampu mengembangkan daya imajinasi pendengaran.
3)      Mampu memusatkan perhatian siswa pada penggunaan kata, bunyi, dan arti dari kata/bunyi itu.
4)      Sangat tepat/cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa; laboratorium bahasa tidak lepas dari media inti terutama untuk melatih listening.
5)      Mampu mempengaruhi suasana dan perilaku siswa melalui musik latar dan efek suara.
6)      Dapat menyajikan program pendalaman materi yang dibawakan oleh guru-guru atau orang-orang yang memiliki keahlian dibidang tertentu sehingga tema yan dibahas memiliki mutu yang baik dilihat dari segi lmiah karena selalu dilengkapi hasil-hasil obsevasi dan penelitian.
7)      Dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang sulit dikerjakan oleh guru, yakni menyajikan pengalaman-pengalaman dunia luar ke dalam kelas; sehingga media audio memungkinkan untuk menghadirkan hal-hal aktual.

B.     Media Visual
Media visual adalah media yang melibatkan indera penglihatan. Terdapat dua jenis pesan yang dimuat dalam media visual, yakni pesan verbal dan nonverbal.
Karakteristik media visual:
1.      Pesan Visual
a.       Gambar
Gambar secara garis besar dapat dibagi pad tiga jenis, yakni sketsa, lukisan dan photo. Sketsa atau bisa disebut juga sebagai gambar garis (stick figure), yakni gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok suatu objek tanpa detail. Lukisan merupakan gambar hasil presentasi simbolis dan artistik seorang tentang suatu objek atau situasi, dan photo yakni gambar hasil pemotretan atau photografi.
b.      Grafik
Grafik adalah gambar yang sederhana yang banyak sedikitnya merupakan penggambarkan data kuantitatif yang akurat dalam bentuk menarik dan mudah dimengerti.
c.       Diagram
Sebuah diagram merupakan susunan garis-garis dan lebih mneyerupai peta dari pada gambar.
d.      Bagan
Bagan lebih menekankan kepada suatu perkembangan atau suatu proses atau susunan suatu organisasi.
e.       Peta
Peta adalah gambar permukaan bumi atau sebagian daripadanya.

C.    Media Audio Visual
Yaitu media yang menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Pengajaran melalui audio-visual adalah produksi dan penggunaan materi yang penyerapannnya melalui pandangan dan pendengaran serta tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol yang serupa. Ada beberapa media yang masuk ke dalam jenis media hasil audio-visual yaitu sebagai berikut.
a.       Rekaman audio-tape (tape recorder)
Materi rekaman audio-tape adalah cara ekonomis untuk menyiapkan isi pelajaran atau jenis informasi tertentu yang direkam pada tape magnetik sehingga rekaman itu dapat diputar kembali pada saat diinginkan.
b.      Film dan Video
Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame di mana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga terlihat gambar itu hidup.
c.       Televisi
Televisi pendidikan adalah penggunaan program vidio yang direncanakan untuk mencapai tujuan pelajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak hanya sekedar menghibur tetapi yang lebih penting dalah mendidik.
d.      Proyektor Transparansi (OHP)
Transparansi yang diproyeksikan adalah visual baik berupa huruf, lambang, gambar, grafik, atau gabungannya pada lembaran bahan tembus pandang untuk diproyeksikan ke sebuah layar atau dinding melalui sebuah proyektor.
Media hasil teknologi audio-visual memiliki karakteristik yang menjadi ciri-ciri nya yaitu:
a.       biasanya bersifat linear;
b.      biasanya menyajikan visual yang dinamis;
c.       digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang/pembuatnya;
d.      merupakan representasi fisik dari gagasan real atau gagasan abstrak;
e.       dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kogniitif;
f.       Umumnya berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yang rendah.

Sumber: Munadi, yudhi. 2008. Media pembelajaran. Jakarta: GP Press Group.